Sebanyak tiga blok mess pekerja
pembangunan Condominium Hotel (Condotel) Panbil Residence di Mukakuning
hangus diamuk si jago merah pada Jumat (7/11/2014) pagi.
Akibat
kebakaran tersebut, sebanyak 240 pekerja proyek --yang sebagian masih
terlelap tidur, langsung berhamburan keluar begitu mengetahui messnya
terbakar.
Salah satu pekerja, Zainal,
mengatakan, awal mula api tersebut berasal dari blok D dan langsung
merambat ke blok E dan blok F. Dengan peralatan seadanya, pekerja yang
berada di lokasi berusaha memadamkan api.
Sayangnya,
karena mess penginapan pekerja itu terbuat dari bahan yang mudah
terbakar, api dengan cepat merambat dan dalam setengah jam menghanguskan
tiga mess tersebut, termasuk dua unit sepeda motor yang terparkir di
dekat lokasi kebakaran.
"Tak ada barang-barang yang bisa diselamatkan," kata Zainal.
Sementara
General Affair Panbil Group, Iskandar Alamsyah, mengatakan, kebakaran
yang menghanguskan tiga blok mess pekerja itu disebabkan oleh kompor
minyak tanah yang meledak. Padahal dari jauh hari sebelum kejadian
kebakaran itu, pihaknya sudah melarang seluruh pekerja untuk tidak
memasak menggunakan kompor minyak tersebut.
"Ada
enam pekerja diamankan sekurit untuk diperiksa. Keenam orang ini,
diketahui sedang masak mie instan. Kita akan minta pihak mandor atau
kontraktor melakukan tindakan tegas terhadap pekerja yang melanggar
peraturan yang sudah dibuat manajemen Panbil Group," kata Iskandar.
Melalui
Iskandar, mandor dari 240 pekerja tersebut, mengatakan kompor minyak
tanah meledak dari blok D, kemudian api langsung menyebar ke lantai yang
terbuat dari triplek tersebut. Api pun langsung membesar.
Iskandar
menegaskan, atas kejadian tersebut, kepada setiap pekerja yang
kecolongan melanggar aturan-aturan yang sudah ditetapkan akan
mendapatkan sanksi.
"Melalui mandornya akan
kita panggil pekerja yang melanggar aturan tersebut, kita akan
memberikan sanksi. Apabila masih melakukan atau terulang lagi, kita akan
mengambil tindakan tegas," tutupnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar